Muslim Player Considerations Awareness


Beberapa tahun yang lalu, pemain sepak bola di Eropa yang berpuasa dan harus berbuka di tengah pertandingan seringkali harus berpura-pura cedera atau mendapatkan perawatan agar bisa menenggak sebotol air dan makan sepotong energy bar. Kadang-kadang sebutir kurma juga harus diserahkan secara sembunyi-sembunyi seakan tabu menggabungkan keyakinan dengan olahraga. Kini keadaan sudah berubah, di pertandingan resmi liga-liga besar Eropa wasit secara resmi menghentikan pertandingan sejenak agar pemain bisa berbuka puasa. Lebih menariknya lagi, momen seperti ini selalu diiringi tepuk tangan dan riuh penonton.




Di Inggris, PFA (Professional Footballers' Association) melakukan sosialisasi Muslim Player Considerations Awareness guna membuat official dan coach dari klub-klub aware tentang kebutuhan pemain muslim salah satunya dalam kaitannya dengan Ramadhan. Akan ada waktunya Ramadhan jatuh pada saat libur kompetisi, tapi dalam 18-20 tahun ke depan Ramadhan akan beririsan dengan kalender kompetisi berjalan. Untuk itu PFA merasa perlu secara proaktif memberikan booklet yang berisi penjelasan A-Z tentang kebutuhan pemain muslim di Liga Inggris. Ini inisiatif yang bagus dari PFA dan tampaknya bersambut dengan baik pula dari sisi klub dan federasi.

Bukan hanya soal puasa dan Ramadhan, PFA pada dasarnya memberikan penyulusan Islam 101. Dimulai dengan penjelasan apa itu Islam, rukun Islam yang 5, serta penjelasan ibadah-ibadah yang dilakukan pemeluknya. Ini jadi penting karena ibadah muslim banyak yang terikat dengan waktu (salat wajib, salat jumat, puasa ramadhan) sehingga akan ada saatnya kewajiban beragama akan bersinggungan dengan urusan profesional. Salat jumat misalnya, dijelaskan bahwa atlet pria muslim wajib untuk hadir di masjid sehingga diharapkan jadwal training bisa disesuaikan untuk mereka pada Jumat siang.

PFA juga menjelaskan ucapan-ucapan yang biasa terlontar dari pemain muslim seperti salam, hamdalah, dan lainnya. Simbol-simbol seperti sujud yang biasa dilakukan pemain saat melakukan selebrasi juga disosialisasikan sehingga tidak menjadi sesuatu yang asing dan aneh untuk dilihat. Saat ini mungkin Mohamed Salah adalah pemain muslim paling high profile di UK dan dia sering melakukan selebrasi dengan bersujud. PFA juga menghighlight bahwa ada muslim yang tidak ingin bersentuhan dengan lawan jenis sehingga diharapkan tidak ada kesalahpahaman jika ada pemain muslim yang memilih bersalaman 'jarak jauh'.


Aspek teknis berkaitan dengan kebutuhan pemain muslim juga disampaikan oleh PFA. Misalnya kebutuhan akan makanan halal, saran untuk menyediakan prayer room di training ground, dan mengkondisikan pemain muslim di kamar yang sama ketika di hotel untuk mempermudah salat. Klub juga diharapkan membantu mencarikan housing bagi pemain muslim yang dekat dengan tempat ibadah dan halal shop.

Setelah menjelaskan Islam 101, barulah masuk pembahasan soal puasa. PFA memberikan info sedetail-detailnya mulai dari kalender puasa beberapa tahun ke depan, jadwal imsakiyah, syarat boleh tidak berpuasa (jika pertandingan away jarak jauh bisa jadi boleh tidak berpuasa), sampai guidance teknis bagaimana menjaga performa pemain saat berpuasa. Klub sudah berusaha mengakomodasi maka pemain juga harus tetap profesional dan menjaga performa terbaiknya meskipun sedang berpuasa.

Bagi pemeluknya, Islam tidak bisa dipisahkan dari urusan sehari-hari, atau dalam bahasa lain susah 'dibikin' sekuler. Bagi top level athlete mungkin puasa tidak terlalu memberikan benefit secara fisik (mereka sudah super human, beda sama kita yang lumayan puasa bisa bantu bakar lemak), tapi secara batin dan emosional rasa lega karena bisa menjalankan ibadah dengan baik dan penuh support bisa jadi akan mendatangkan mental boost yang bisa menunjang performa. Itulah yang diharapkan PFA dari agenda awareness workshop ini.

Saya fans Liverpool, tim ini pernah punya duet maut Salah + Mane yang dua-duanya muslim. Masa-masa mereka ngobrak-abrik liga Inggris lalu bersujud tiap selesai mencetak gol tentu dilihat dan diingat banyak orang. Pemain muslim akan terus datang dan pergi di Liga Inggris maupun liga-liga lain di Eropa. Mungkin belum bisa dibilang dakwah, tapi apa yang dilakukan oleh PFA di Inggris adalah sesuatu yang sangat baik. Pendekatan yang sopan, ramah, dan informatif akan berterima dengan lebih baik, dibuktikan dengan respon pelaku sepakbola Inggris atas sosialisasi yang dilakukan. Keren. Sampaikanlah walau satu ayat.

Thanks,
Chandra

sumber bacaan: fifpro.org

#KaburAjaDulu Tapi Bukan Indonesia



Di tempat kerja, salah satu kolega saya berasal dari Iran. Bagi yang belum tahu, Iran adalah salah satu negara yang kena sanction dalam bidang ekonomi sehingga sulit bagi negara itu untuk melakukan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan traksaksi perbankan dengan negara lain. Ketika masih bekerja di lembaga keuangan dulu hal-hal seperti ini hanya saya pelajari dalam materi training. Kini saya menyaksikan di depan mata dan ngobrol langsung dengan 'korban'-nya. Teman saya ini tidak bisa mentransfer uang masuk dan keluar Iran jadi walaupun ingin dia tidak bisa mengirim uang untuk keluarganya.

Seorang kolega lain adalah seorang Russian, tapi legally dia datang ke Belanda dari Georgia. Itu karena dia bersama keluarganya kabur dari Rusia ke Georgia ketika Rusia mulai perang dengan Ukraina. Di Georgia dia mulai mencari kerja dan dapat lah di Belanda ini. Satu orang lagi bukan rekan kerja tapi kenal karena dia datang ke pengajian orang Indonesia, dia berasal dari Syria. Waktu saya tanya apakah dia akan kembali ke Syria dia jawab, "No my friend, it's one way ticket".

Meskipun Indonesia masih 'livable' jika dibandingkan dengan negara-negara di atas, cerita-cerita itu adalah bukti bahwa konsep negara itu ya nggak suci-suci amat. Kalau kata Mas Sabrang bentuk negara kesatuan yang seperti ini adalah buatan manusia, dan buatan manusia bisa diubah kapan saja (kalaupun bukan diubah ya diobrak-abrik politisi licik). Yang tidak bisa diubah adalah kenyataan bahwa kita lahir dengan kulit sawo matang, rambut hitam, dan cara bicara medhok (yang ini saya). 

Pemerintahan yanh baru baru saja dimulai tapi sudah terjadi banyak sekali skandal. Tiada hari tanpa berita menyebalkan atau opini jelek pemangku kekuasaan. Rekor korupsi keep getting broken. Andai Indonesia ini letaknya tidak begitu jauh dari EU dan US, saya cukup yakin banyak yang bergegas pindah seperti yang dilakukan orang-orang Turki dan Maroko. Tidak seperti orang Indonesia yang datang untuk tujuan sementara seperti sekolah atau bekerja, mereka datang untuk hidup menetap dan membentuk keluarga di sini. All in.

Doakan saya punya kesempatan ngobrol dengan lebih banyak orang dari latar belakang yang berbeda-beda sehingga bisa mendapat berbagai POV menarik lainnya. Take away saya sejauh ini adalah bahwa #KaburAjaDulu bukan hanya terjadi di kita dan punya pikiran soal itu bukanlah sebuah dosa meskipun politisi meng-gaslight bahwa itu adalah tanda rendahnya nasionalisme.

Semua orang punya cerita dan alasannya masing-masing. Jika menurutmu itu baik untukmu dan keluargamu, go for it. Wallahu a'lam.


Thanks,
Chandra

Kennismigrant


Kennis artinya knowledge, migrant artinya migran. Kennismigrant adalah salah satu visa yang bisa memberikan jalan #KaburAjaDulu ke Belanda. Dalam Bahasa Inggris, Kennismigrant biasanya diterjemahkan sebagai Highly Skilled Migrant, tapi saya lebih suka istilah Migran Terampil saja karena kalau dengar highly skilled dalam benak saya yang muncul adalah welder bawah laut atau ahli nano technology. Padahal pekerjaan 'biasa' pun bisa mendapat visa kennismigrant asalkan perusahaannya memenuhi syarat dan bersedia menjadi sponsor.


Visa highly skilled migrant punya beberapa keuntungan. Pertama adalah 30% ruling, di mana untuk tahun-tahun pertama 30% dari gaji yang diterima bebas pajak, seperti PTKP kalau di Indonesia. Jadi dengan gaji bruto yang sama, take home pay pemegang 30% ruling akan lebih tinggi. Tapi 30% ruling ini hanya untuk 20 bulan bertama, 20 bulan berikutnya jadi 20% lalu 10%. Setelah 60 bulan PTKP jadi 0 alias seluruh gaji dipajaki, asumsinya orang sudah settled setelah segitu lama sehingga tidak perlu keringanan pajak lagi. Pindah perusahaan tidak membuat 30% ruling hangus, perusahaan baru akan meneruskan hitungan bulan yang tersisa dengan syarat perusahaan baru juga memenuhi syarat sebagai sponsor.

Keuntungan kedua adalah bisa mengajak pasangan dan anak di bawah 18 tahun tanpa harus tes civil integration (inburgering) dan tidak harus bisa berbahasa Belanda. Pasangan juga punya ijin untuk bekerja full time walaupun pekerjaannya tetap harus cari sendiri dan tidak mendapat 30% ruling. Kita juga bisa datang dan memperoleh ijin tinggal tanpa perlu punya deposit dana tertentu. 

Kemudian benefit lain adalah kalau punya SIM di negara asal, bisa ditukar dengan SIM Belanda tanpa harus tes lagi. Penukaran SIM kena biaya sekitar 50 euro memang, tapi ini jauh lebih murah daripada harus les dan tes mengemudi yang bisa mencapai ribuan euro kalau ditotal. Benefit-benefit ini diberikan untuk menarik talent dari luar Belanda agar mau bekerja di sini. Industri Belanda maju dan ekonomi berputar cepat namun jumlah SDM lokalnya terbatas, mau tidak mau harus merekrut dari luar negeri.

Masuk sebagai kennismigrant gampang gampang susah. Gampangnya karena tidak perlu memusingkan dokumen, deposit, apply visa, dan lain sebagainya karena pintu masuknya lewat perusahaan bukan imigrasi/negara. Alurnya adalah diterima perusahaan dulu, baru perusahaan akan mengurus aplikasi visa kita. Masuk ke perusahaannya bisa apply langsung via linkedIn, recruiter, atau platform lain yang biasa dipakai melamar kerja jaman sekarang. Seleksi dan interview-nya juga mengikuti kebijakan perusahaan masing-masing. Setelah diterima dan sign kontrak baru kita kirim dokumen-dokumen keimigrasian yang diperlukan untuk mengurus visa dan ijin tinggal.

Susahnya karena bersaingnya dengan talent dari berbagai penjuru dunia dengan experience yang bermacam-macam. Tapi ini bisa disiapkan dengan mengumpulkan skill dan pengalaman. Maka kalau dari yang saya temui di sini rata-rata kennismigrant sudah punya pengalaman kerja beberapa tahun dan umurnya banyak yang sudah kepala 3. Lowongan yang bisa provide visa highly skilled migrant tidak langka-langka amat tapi juga tidak banyak-banyak amat, karena tidak semua perusahaan mau untuk jadi sponsor. Jadi ketika PDKT dengan perusahaan Belanda coba tanyakan apakah di posisi yang ditawarkan talent akan dapat status kennismigrant.

Thanks,
Chandra

1 Ramadhan


Sudah expect bahwa puasa akan sangat berbeda di sini. Tidak ada orang berbondong-bondong ke masjid untuk taraweh hari pertama, tidak ada yang jual jajanan jelang buka puasa, tidak ada bunyi-bunyian membangunkan sahur, jam kerja/sekolah tidak berubah, tempat makan tetap buka seperti biasa, dan tidak ada nuansa ramadhan pada umumnya. Semua berjalan layaknya bulan-bulan lainnya. Ramadhan hanya terasa di rumah dan masjid masing-masing.

Jatuhnya 1 Ramadhan pada hari sabtu adalah kebetulan yang menyenangkan karena taraweh dan sahur pertama jadi ngunduri libur tanpa perlu cuti. Ditambah lagi suhu udara di minggu ini mulai menghangat dan sudah memungkinkan untuk bersepeda dengan nyaman. Itulah yang kami lakukan, datang ke masjid Maroko dekat rumah untuk melaksanakan taraweh pertama di Belanda. Kebetulan ini salah satu masjid yang sangat support jamaah perempuan sehingga kami bisa datang bersama.


Kami datang ke masjid membawa pertanyaan yang umum ditanyakan pendatang baru: 11 atau 23. Sepertinya imam menyampaikan soal ini selepas salat isya tapi dalam bahasa Arab sehingga sulit buat saya menangkapnya. Pada akhirnya 11 it is, dengan arrangement 2 2 2 2 lalu witir 2+1. Rakaat pertama taraweh dibuka dengan alif lam mim, pertanda bahwa salat kali ini akan panjang hehe. Adzan isya pukul 20:00, semuanya selesai kira-kira 21:30, yah masih oke sebenarnya, Albert Heijn masih buka kalau perlu mampir beli kebutuhan sahur. 

Siang hari masih cukup pendek di sini. Subuh pukul 05:30 dan maghrib 18:18, jadi puasa tidak sampai 13 jam. Tapi karena lokasi jauh dari khatulistiwa dan musim panas di depan mata, akhir ramadhan nanti imsaknya maju sejam dan bukanya mundur sejam, jadi kira-kira puasanya akan jadi 2 jam lebih panjang. 

Hari terasa cepat dan tahu-tahu sudah siang. Kami siap-siap untuk jalan ke Den Haag karena di masjid Indonesia Al-Hikmah Den Haag ada pengajian dan buka bersama tiap hari Sabtu yang diselenggarakan oleh PPME (Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa). Balik lagi karena ini weekend dan jam buka/taraweh belum terlalu malam banyak yang datang ke masjid ini. Chance ketemu kenalan di sana besar karena banyak orang Indonesia yang tinggal di Den Haag dan banyak mahasiswa karena lokasinya dekat Delft. Benar saja, meskipun tanpa janjian dengan siapapun kami ketemu beberapa kenalan dan dapat kesempatan ngobrol banyak hal sambil berbuka puasa.




Sulit buat saya menjelaskannya, tapi bacaan imam Indonesia warnanya tetap beda dengan imam Maroko atau Turki, dan ini membuat taraweh di Al-Hikmah berasa seperti salat di Jogokariyan atau Salman. Rakaatnya 2 2 2 2 dan witir 2+1 tanpa ceramah. Taraweh selesai just in time untuk kami kembali pulang sebelum kemalaman. 

Hari pertama ramadhan surprisingly terasa penuh meskipun ketika melihat ke luar jendela dan ke jalan-jalan seperti tidak ada apa-apa. Semoga kebaikan-kebaikan lain menyusul di hari-hari ramadhan berikutnya. Bagaimanapun ramadhan di Indonesia bukan hanya soal rukun puasa tapi event sosial juga, dan perbedaan besar pasti terjadi di sini. Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankan. Semoga Allah SWT menerima amalan kita dan ramadhan ini mendatangkan banyak keberkahan. Barakallah & enjoy!

Salam,
Chandra