Home » Archives for February 2025
Di antara karya-karya Letto yang saya ikuti, lagu Sebening Senja ini adalah salah satu yang maknanya dijelaskan secara lugas oleh Letto. Biasanya mereka memberikan kesempatan pada pendengar untuk menafsirkan lagu mereka dari sudut pandang dan pemahaman masing-masing, tapi kali ini dalam beberapa kesempatan Mas Noe secara gamblang menjelaskan apa yang ingin disampaikan di lagu Sebening Senja. Senja kok bening?
Lagu ini adalah soal manusia dan senja menggambarkan keadaan seseorang yang makin dewasa dan menua. Ternyata semakin senja seseorang, caranya melihat hidup bukannya meredup justru menjadi semakin bening. Banyaknya perjalanan dan pengalaman hidup yang telah dilalui menjadikannya mampu memandang dunia dengan lebih bijaksana, lebih pener. Saat senja itu pula seseorang dapat dinilai apakah hidupnya selama ini dijalani dengan penuh integritas, tegak pada kebenaran, dan manfaati.
Rasa itu dan senyumanmu
Sebening senja
Letto masih memberikan kesempatan bagi pendengarnya untuk memasukkan sudut pandangnya sendiri di sini. 'Mu' di penggalan reff itu bisa berarti siapapun: pasangan, orang tua, sahabat, guru, dll. Tapi dalam sesi Srawung Media yang dilakukan Letto dalam rangka merilis lagu ini, Mas Noe secara eksplisit menyebut bahwa bagi beliau sosok yang digambarkan lagu ini adalah Simbah (Emha Ainun Najib).
Cak Nun sudah beberapa waktu terakhir libur dari tugasnya memimpin forum maiyah. Sebagai sosok yang menurut Mas Patub 'ngelus-elus atine wong akeh', tentu banyak yang merindukan beliau. Saya pribadi yang sering memutar video maiyah di YouTube sejak kuliah merasakan ada yang hilang. Mas Sabrang tampak berusaha mengisi kekosongan itu dengan shifting mengambil center stage di forum maiyah dan menyampaikan pesan-pesan untuk masyarakat banyak seperti yang biasanya dilakukan ayahnya. Padahal dulu saat masih menjadi wingman-nya Cak Nun beliau selalu mengambil posisi menjelaskan sesuatu dari sudut pandang ilmu fisika dan matematika yang kadang bahasanya rumit untuk dipahami. Collatz conjecture, Planck constant, Double Slits experiment, Taksonomi Bloom, nggak ada istilah-istilah itu disebut lagi akhir-akhir ini. Harus ada yang mengisi posisi Cak Nun di masa depan, dan saya rasa Mas Sabrang is up for it.
Noe dan Sabrang adalah orang yang sama, hanya saja yang satu nama panggung di Letto, satunya lagi panggilan di maiyah.
Video klip Sebening Senja yang premier beberapa waktu setelah lagunya keluar semakin mengonfirmasi arah lagu ini. Video garapan Mas Bagoes Kresnawan itu menggambarkan sosok bapak yang menua dan anak perempuannya yang tumbuh dewasa. Kita sebagai anak saking seriusnya mengejar dunia sering lupa bahwa orang tua juga bisa rindu. Masalahnya, beliau-beliau belum tentu mengungkapkannya.
Perasaan paling anj*ng adalah ketika kita dibukakan pintu-pintu sukses tapi tiap hari mamaku semakin tua - Raim Laode
Saya sangat menyarankan untuk menonton video klip Sebening Senja. Lagu ini mungkin tidak akan viral sampai ditonton puluhan-ratusan juta kali di YouTube dan platform streaming, tapi bagi yang menikmatinya saya rasa akan ada manfaat dan kesadaran yang bisa diambil dari sana. Pada akhir video klip Sebening Senja ada kalimat yang buat saya sangat mengena: untuk dia yang tak lelah membukakan jalan. Langsung teringat bagaimana orang tua melahirkan, membesarkan, menyuapi, mengajari berbagai hal, menyekolahkan, membiarkan kita bercita-cita, menikahkan, membukakan jalan, dan lain sebagainya. Kadang-kadang prosesnya tidak selalu mudah, dan yang jelas beliau-beliau semakin menua. Video Klip: Sebening Senja
Lagu ini juga sebagai penanda bahwa Letto masih ada. Perubahan landscape distribusi musik dan sudah tidak adanya ikatan dengan label membuat diakui atau tidak produktivitas Letto menurun dari segi rilisan, apalagi Letto banyak mengisi agenda bersama Kiai Kanjeng juga. Single terakhir yang dirilis Letto sebelum ini adalah Fatwa Hati, dan itu sudah empat tahun yang lalu. Kini Sebening Senja menegaskan bahwa band ini masih eksis dan berkarya.
***
Sebening Senja - Letto
Seandainya aku mengerti
Perihnya rasa rindu ini
Takkan berani ku bermimpi
Dan memilih untuk berlari
Karena cinta yang aku terima
Serpihan surga
Rasa itu dan senyumanmu
Sebening senja
Tak pernah aku menyesali
Perjalanan yang kulewati
Tuk memahami kata hati
Yang memanggilmu tak berhenti
Karena cinta yang aku terima
Serpihan surga
Rasa itu dan senyumanmu
Sebening senja
Rasa itu dan senyumanmu
Sebening senja
Salam,
Chandra
Umrah dari Eropa (2)
February 14, 2025 Chandra Nurohman
Haramain Highspeed Railway (HHR) akan jadi pengalaman pertama saya naik kereta cepat karena belum sempat mencoba Whoosh Jakarta-Bandung. HHR ini bisa mengangkut jamaah dengan rute Makkah - Madinah PP via Jeddah dengan waktu tempuh ujung ke ujung kurang dari 2,5 jam (normalnya dengan bus 4-5 jam). Top speed 300km/jam.
Kalau di Makkah ada Damba, di Madinah ada Sunda. Restoran Indonesia yang hampir selalu ramai oleh jamaah Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Buka 24 jam tapi rehat sebentar di jam salat. Nasi rendang, nasi campur, dan nasi goreng spesialnya saya rekomendasikan.
Ba'da subuh menunggu payung dibuka sampai jam 7 belum dibuka juga. Kesimpulan saya jamnya tidak tetap, kadang bahkan payungnya tidak ditutup sepanjang malam.
Sekelibat pemandangan dari taksi ketika menuju ke stasiun untuk pulang. Kami tidak ke mana-mana ketika di Madinah karena badan kurang fit (sepertinya kelelahan).
Tim tas oren Basic Fit wkwk gokil bisa sampai sini. Sebelumnya waktu sa'i juga ketemu satu. Bag count: Basic Fit 2-1 Fjallraven Kanken.
Some sweets untuk oleh-oleh orang kantor, dan as expected pada heran saya balik liburan dengan rambut plontos.
Meskipun umrah mandiri dengan visa tourism alhamdulillah kami tetap bisa bawa pulang zam-zam. Ada counter zamzam di pintu masuk keberangkatan bandara Jeddah. Per paspor bisa bawa 1 galon berukuran 5 liter, bayar 12.5SAR per galon, dan tidak dihitung ke berat bagasi.
Bandara Jeddah ini sepertinya baru, sangat clean dan modern. Integrasi intermodanya juga bagus banget. Top.
Pemandangan pegunungan Eropa selatan yang tertutup salju dari jendela pesawat. MasyaAllah indah luar biasa.
Alhamdulillah berasa sudah sampai rumah kalau sudah sampai sini. Imigrasi, bagasi, dan customs sudah lewat dengan lancar. Tinggal tap NS lalu naik kereta pulang.
Alhamdulillah..
Salam,
Chandra
Umrah dari Eropa
February 02, 2025 Chandra Nurohman
Pagi yang cerah untuk ukuran Belanda di bulan Januari, semoga jadi awal yang baik untuk perjalanan yang (niatnya) baik.
Menunggu boarding, salat dulu di meditation room yang didesain untuk interfaith tapi pada akhirnya mostly dipakai salat.
Umrah pertama dari Eropa kami pilih Saudia karena penerbangan direct, akomodatif untuk ganti kain ihram, dan semestinya akan ada notifikasi miqat.
Benar saja, entertainment system dilengkapi jadwal salat, fiqh dan doa umrah, sampai countdown menuju miqat.
Tentu makanannya halal tanpa perlu request khusus, Saudia juga adalah satu di antara sedikit airlines yang tidak menyediakan alkohol onboard. Allahumma bariklana..
Alhamdulillah landing di Jeddah dengan posisi sudah berihram. Ini tengah malam, pada akhirnya kami nyaris tidak tidur malam itu (hanya terlelap sebentar di pesawat).
Kereta menuju Madinah sudah datang, InsyaaAllah disambung lagi nanti
Salam,
Chandra
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)