Series Castle mengisahkan soal seorang penulis novel misteri Richard Castle yang menjadi konsultan untuk detektif NYPD Kate Beckett. Pertemuan keduanya dimulai ketika Detektif Beckett menyelidiki sebuah kasus pembunuhan dengan modus operandi yang sangat mirip dengan salah satu cerita dalam novel Castle. Berawal dari diminta keterangan soal siapa yang mungkin melakukan copy-cat dari novelnya, Castle kemudian menjadi konsultan yang ikut menangani kasus-kasus Becket. Selanjutnya you can guess, they're falling for each other.
Sebagai homicide detective di NYPD, kasus yang mereka tangani adalah kasus-kasus pembunuhan. Hebatnya, series Castle mampu menyajikan penyelesaian kasus pembunuhan tanpa membuat show-nya terlalu gore. Ada banyak crime series berbasis forensik yang saya hindari karena tidak tahan melihat terlalu banyak internal part manusia. Castle mampu menghaluskan bagian ini sehingga orang seperti saya bisa menikmati kedelapan season-nya. Ini adalah poin plus utama untuk Castle.
Sebagai penikmat yang nonton bukan hanya untuk pemecahan kasusnya tapi juga mencari tawa, karakter Castle yang dibawakan oleh Nathan Fillion patut diacungi jempol. Menurut saya penampilannya di sini lebih baik daripada di The Rookie sebagai John Nolan. Nolan agak terlalu kaku dan terbatas karena personanya sebagai anggota LAPD, sementara sebagai Castle yang orang sipil bisa lebih keluar banyolan dan terobosannya.
Formula di mana seorang law enforcement berpartner dengan unortodox figure sudah dipakai beberapa series lain dan yang jadi favorit saya adalah White Collar. Di sana ada Peter Burke dan Neal Caffrey, agen FBI dan konsultannya seorang ex-conman yang bersama-sama membongkar banyak kejahatan intelektual. Peter Burke setipe Kate Beckett: driven, cerdas, dan lurus. Sementara Neal Caffrey sejenis Richard Castle: resourceful, keras kepala, out-of-the-box thinker. Dua duo ini sangat mirip, terlalu mirip untuk dibilang kebetulan, mereka memang mengikuti rumus yang sama.
Bahkan secara sengaja Castle menaruh lumayan banyak Easter Egg, pada S08E19 ketika Castle dan Beckett melacak LokSat mereka menemukan bahwa Caleb Brown menggunakan nama alias Peter McCaffrey, wow sangat jelas sekali ya. Selain itu pada season 4 ada beberapa yang lebih subtle, seperti terlibatnya pemeran Matthew Keller dan Sara Ellis, serta penggunaan nama 'Bagwell' dan 'Scofield' (satu ini dari Prison Break). Pemeran Linc Burrows (Prison Break), Rachel Zane (Suits), dan Jessica Pearson (Suits) juga ada di Castle.
Tapi dalam Castle, Kate Beckett bukan hanya digambarkan sebagai detektif wanita, tapi juga hot cop. Ini membuka kemungkinan dinamika hubungan antara Castle dan Beckett yang tidak dimiliki White Collar. Bumbu romance yang ada di Castle menurut saya adalah nilai tambah yang membuatnya bukan hanya crime-comedy tapi crime-romcom. Walaupun sebab itu pula Castle jadi rated as TV-14 karena adanya intense violence, sexual context, dan mature themes. Rating ini lebih ketat daripada White Collar yang TV-PG.
Untuk peran pendukung, saya mengapresiasi penampilan Detektif Esposito dan Detektif Ryan. Keduanya punya presence yang cukup banyak dalam cerita, bukan hanya sebagai tembok yang memantulkan dialog. Bahkan ada episode-episode tertentu di mana mereka menjadi centernya. Dinamika antara keduanya juga menarik, satu Latin satu Irish, satu rebel satu lurus, satu menjuluki yang lainnya Castle junior saking mudahnya dipengaruhi oleh ide-ide gila Castle. Dokter Lanie Parish sebagai medical examinator sekaligus wing-lady-nya Beckett juga tampil baik terutama dalam fase manas-manasi Beckett ketika didekati oleh Castle.
Justru yang agak maksa adalah penempatan putri Castle, Alexis, yang digambarkan jadi sumber inspirasi Castle dalam memecahkan kasus. Alexis ini ingin dibuat seperti Mozzie-nya Neal Caffrey, but not quite. Alexis digambarkan seperti anak-anak biasa yang tumbuh dewasa, lalu darimana dia mendapatkan skill investigasi? Tapi tetap patut diapresiasi bagaimana dia eksis dari S1 sampai S8 dan tumbuh dari anak-anak menjadi dewasa. Along the series orang dewasa 'hanya' tampak menua, tapi yang mulai sebagai anak-anak akan sangat terlihat perbedaannya, lihat Sheldon yang lama-lama tidak lagi Young.
Model cerita Castle adalah satu episode satu kasus lalu ada underlying case yang berjalan panjang. Sayangnya umdetlying case ini dalam Castle terasa tipis dan dipanjang-panjangkan. Dari awal sampai akhir kasus yang ingin diungkap hanya satu. Ini terasa kurang untuk memberikan spark-spark ketika penonton mulai bosan dengan kasus-kasus yang muncul di tiap episode-nya. Kualitas per episode-nya tidak kalah dengan White Collar, tapi underlying case yang dihadari Caffrey dan Burke lebih banyak dan menarik, mulai dari perjuangan menemukan Kate Moreau sampai keinginan Caffrey untuk bebas.
Bicara soal Caffrey bebas, 10-15 menit terakhir dari White Collar mungkin adalah finale terbaik yang pernah saya tonton dari semua produk sinema. Kualitasnya sulit ditandingi siapapun termasuk Castle. Ending Castle oke, tapi masih di bawah White Collar. Itu salah satu faktor juga yang membuat Rotten Tomatoes Castle 'hanya' 82/86 compared to 96/93-nya White Collar.
Rating di atas 80 tentu tidaklah buruk, dan memang Castle sangat bisa dinikmati. Selama berbulan-bulan ini adalah go-to show saya. Unsur pemecahan kasusnya kreatif, komedinya lucu, cast-nya bagus, tensinya tidak terlalu tinggi, dan yang paling penting sukses menggambarkan homicide tanpa terlalu banyak darah. Castle sangat bisa ditonton siapapun (asal memenuhi rating umur) dan cocok untuk teman bersantai atau makan siang.
Chandra