Personal Blog

Hujan Ucapan

January 11, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Dua minggu di penghujung tahun adalah lebarannya orang barat. Sejak weekend terakhir sebelum natal orang-orang sudah sibuk christmas shopping. Pekerja yang bisa cuti akan ambil cuti hingga bisa libur sampai setelah tahun baru, jam buka toko-toko dan bisnis berubah atau malah tutup karena menggaji karyawan lembur akan mahal, anak-anak sekolah libur, aktivitas sosial ditiadakan dengan alasan winter vakantie, dan jalanan jadi lebih sepi. Nantinya kehidupan baru normal kembali pada senin pertama di tahun yang baru. 

Maka sejak tanggal 18-19-20 Desember sudah banyak yang pamit liburan dengan bilang, "My vacation is here, see you guys next year, merry christmas and happy new year". Biasanya akan saya jawab dengan, "Enjoy, have a good time and happy new year". Lalu saya baru merasakan betapa banyaknya saya mendapat ucapan selamat natal tahun ini. Saya memang tidak mengumumkan kalau saya tidak natalan, hanya jika ditanya. Saya juga tahu mereka tidak ada niat menyinggung keyakinan, otomatis saja keluar ucapan selamat natal sepaket dengan selamat tahun baru karena budayanya begitu.

Ini sama seperti di Indonesia yang, setidaknya saya, sering tanpa sadar menggunakan referensi Islam ketika berkomunikasi dengan teman agama lain. Kadang-kadang ketika janjian kita pakai acuan waktu salat misalnya sebelum jumatan atau setelah maghrib. Padahal mereka belum tentu tahu itu jam berapa dan bukan kewajiban mereka untuk mencari tahu. Ketika hari jumat kita juga 'memaksa' mereka untuk mengerti bahwa kita baru akan kembali bekerja jam setengah 2 karena setelah salat baru kita hitung jam istirahatnya. 

Di lain waktu mungkin kita sebagai muslim pernah makan rendang dengan lahapnya di depan orang yang keyakinannya tidak boleh makan daging sapi. Saya pernah stupidly menawarkan malkist abon sapi kepada teman yang Budha. Saya nggak tahu apa yang dia pikirkan saat itu, bisa jadi tersinggung atau bisa juga biasa saja. Tapi the magnitude of kesalahan saat itu baru saya pahami sekarang ketika posisinya sebagai minoritas.

Mayoritas, dimanapun berada, sering take it for granted bahwa keyakinan mereka bisa membentuk standar sosial yang harus diikuti semua orang termasuk yang pribadinya punya paham berbeda. Maka pelajarannya dari ini saya pikir adalah sebelum berdebat soal boleh nggaknya mengucapkan selamat natal ada baiknya kita periksa dulu apakah kita masih suka kelepasan menggunakan istilah yang sebenarnya internal tapi kita pakai di dunia luar.

Ini bukan memisahkan agama dengan budaya, tapi justru menempatkan agama pada tempatnya. Lagi pula kalau memakai pertimbangan citra baik (mau tulis dakwah kok kayaknya terlalu jauh), terlali banyak menggunakan istilah sebelum jumatan setelah maghrib tadi bukannya mendekatkan orang justru menjadikan orang merasa berjarak. Justru menjadi considerate serta memahami sudut pandang dan paham orang lain menurut keyakinan saya lebih baik dan produktif.

Salam,
Chandra

2025 ke 2026

January 03, 2026 Posted by Chandra Nurohman No comments

Buat saya tema 2025 adalah integrasi. Kami memulai tahun dengan perasaan masih menjadi setengah penduduk. Suasananya masih adaptasi, baru pada tahap memastikan apa-apa yang dibutuhkan tahu dimana bisa didapat. Saat itu banyak hal yang kami belum tahu, misalnya bahwa setiap orang harus terdaftar ke general practicioner agar punya akses ke layanan kesehatan, kalau buang sampah harus dipilah sehingga di rumah perlu ada beberapa tempat sampah terpisah, dan lain sebagainya.

Seiring berjalannya waktu kami berusaha untuk belajar jadi warga biasa pada umumnya. Kami berusaha memahami bahasa level dasar, kebiasaan orang-orang, dan norma yang berlaku di masyarakat. Itu semua bukan untuk menjadi model citizen, sekedar bentuk respect dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, plus agar tidak kena semprot orang Belanda yang kalau negur zero basa-basi. Sebisa mungkin jangan sampai melakukan rookie mistakes.

Saya menemukan bahwa integrasi memang perlu dipaksa. Untuk bisa ngobrol dan kenal ya harus ketemu orang. Dari sekedar keluar rumah melihat bagaimana cara orang berjalan, menyeberang, dan bersepeda saja banyak yang bisa dipelajari. Bagaimana cara memberi sinyal kalau mau belok, boleh nggak pakai headphone ketika berjalan, mesti gimana kalau mau nyebrang jalan raya, dan lain-lain. Nantinya ketika nyetir lebih banyak lagi yang dicari tahu dan sampai sekarang saya masih belajar.

Ketika kami ke pasar atau ke toko niatnya bukan hanya untuk belanja kebutuhan tapi juga untuk ketemu orang. Ketemu kasir toko, pelayan warung makan, dan pedagang di pasar minimal memoles English speaking syukur-syukur belajar memahami Dutch. Sebagai orang yang lumayan hobi COD barang marktplaats (semacam OLX), saya mengalami beberapa momen seru, tak terduga, dan awkward. Suatu waktu saat sedang menunggu bis sambil nonton tayangan sepakbola di handphone tiba-tiba ada grandpa nyamperin mau ikut nonton. Kami terpaksa ngobrol pakai bahasa isyarat karena saya masih baru dan beliau sudah sepuh kurang bisa English, tapi bahasa universal bola menghubungkan kami. Apapun itu ya saya coba telan dan tertawakan saja, namanya juga ngumpulin 'poin integrasi'. 

Sama seperti main game Pokemom GO yang ketika baru mulai naik levelnya cepet karena setiap saat dapat pokemon atau item baru. Begitu juga pindah ke tempat yang asing, setiap saat belajar sesuatu yang baru. Sekedar di mana ada swalayan, masjid, dan warung halal saja bisa jadi perbendaharaan informasi yang penting. Alhamdulillah-nya di sini kebutuhan dasar terpenuhi dan basic safety terjaga. Jadi kalau ada culture shock ya hanya menyebalkan saja tidak sampai membahayakan.

Selain eksposure dengan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar, saya merasa integrasi sangat terbantu dengan banyaknya orang Indonesia yang saya temui tahun ini (2025). Ketika jumlah kenalan masih terbatas, rasanya konsep mutual friends dan six degress of separation bekerja in full flow. Satu orang baru bisa menghubungkan ke 5 orang lainnya, lalu masing-masing dari 5 orang itu menghubungkan ke 5 yang lain lagi, begitu seterusnya. 

Pengajian, padel, dan paguyuban ikatan alumni kampus adalah tempat di mana saya paling banyak ketemu teman baru. Beberapa diantaranya sampai akrab karena ketemu itu lagi itu lagi. Kalau dibuat venn diagram, ada banyak yang masuk di 2 dari 3 lingkaran itu atau bahkan di tiga-tiganya. Dikarenakan usia dan cerita yang serupa jadi lebih gampang nyambung satu sama lain. Saya bersyukur di sini ketemu lumayan banyak abang-abangan senior yang bisa ditanya macam-macam hal.

Selain jumlah yang bertambah, kedekatan dan frekuensi ketemu juga makin banyak. Awalnya dulu kami hanya ikut satu forum pengajian yang diadakan tiap bulan. Lebih baik daripada tidak sama sekali tapi rasanya itu masih kurang. Untung setelah itu ada demam padel sehingga ada media dan alasan untuk bersosialisasi hampir tiap minggu. Kemudian menjelang akhir tahun kemarin beberapa keluarga muda Indonesia yang bertetangga bersepakat membuat forum pengajian kecil-kecilan juga. Sirkel ini lebih rapat lagi karena jumlahnya (masih) sedikit, tinggalnya berdekatan, umur sebaya, dan acaranya sambil makan-makan di rumah.




Maka dengan itu semua alhamdulillah yang tadinya masih seperti turis sekarang terasa makin ngomah. Di luar itu setelah melewati satu siklus musim tahunan badan juga sudah lebih beradaptasi. Tahun ini winternya agak lebih dingin tapi bukannya kedinginan kami malah bisa menikmati salju yang turun lebih deras dan tebal. Untuk makanan walaupun utamanya masih masak sendiri masakan indonesia dengan nasi, tapi pelan-pelan juga makin bisa menerima budaya makan lokal dan makanan mancanegara. 

Hal yang terasa masih dan mungkin akan tetap berat adalah berada jauh dari rumah. Memang jaman sekarang komunikasi sudah sangat mudah, telepon dan videocall dalam genggaman. Setiap hari juga ada penerbangan Jakarta Amsterdam dan sebaliknya. Tapi jarak yang jauh dan perbedaan waktu tetap bisa draining kalau kedekatan hati dan doa tidak dijaga.

Selamat tahun baru 2026, semoga apa yang baik-baik di tahun lalu bisa diteruskan tahun ini. Sukses untuk apa yang direncanakan ke depan, semoga selalu bahagia dalam lindungan-Nya.

Chandra

Jogokariyan

December 28, 2025 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Ketika bicara Masjid Jogokariyan, sosok yang menjadi top of mind di kepala banyak orang mungkin Ustadz Salim A Fillah. Beliau adalah public figure, da'i kondang level nasional, penulis banyak buku, sekaligus aktivis Masjid Jogokariyan. Di hari di mana beliau terjadwal untuk mengisi ceramah tarawih dan subuh di Jogokariyan, pasti masjidnya penuh malam itu. 

Tapi selain beliau ada sosok yang mungkin lebih sering di belakang layar tapi perannya sangat besar sebagai ketua takmir sekaligus sesepuh Masjid Jogokariyan yaitu Ustadz Muhammad Jazir ASP. Beliau juga seorang tokoh dan pendakwah, orang yang pernah tinggal di Jogja kemungkinan pernah menyimak ceramahnya atau minimal mendengar namanya. Ustadz Salim sendiri berulang kali bilang bahwa jasa Ustadz Jazir sangat besar dalam pengembangan Masjid Jogokariyan maupun perjalanan dakwah Islam di Indonesia pada umumnya.

Ustadz Jazir kapundut beberapa hari yang lalu, innalillahi wainnailaihi rajiun. Jogokariyan berduka, tapi duka juga dirasakan sampai tempat yang sangat jauh dari Jogja. Masjid-masjid di seluruh Indonesia mengucapkan bela sungkawa sekaligus penghargaan tinggi atas jasa-jasa Ustadz Jazir dalam peningkatan kualitas manajemen masjid. Bahkan akun resmi SGB di Utrecht Belanda pun menyampaikan ucapan turut berduka cita. Warga Jogokariyan, warga Jogja pada umumnya, orang yang pernah tinggal di Jogja, orang biasa, politisi, public figure, anak muda, orang tua, semuanya berduka.


Nama Ustadz Jazir sudah bersinonim dengan masjid. Beliau menulis sebuah buku berjudul Manifesto Masjid Nabi yang menceritakan perjalanan masjid Jogokariyan. Masjid yang dulunya sebuah langgar kecil kini menjadi masjid percontohan karena aktivitas dakwahnya. Misinya untuk 'mensolatkan orang hidup' mampu mengubah lingkungan yang tadinya abangan menjadi salah satu neighborhood paling hijau di Jogja. 

Saya pikir semua yang pernah bersentuhan dengan Masjid Jogokariyan sepakat bahwa masjid ini memang dikelola dengan sangat baik. Masjid ini tidak begitu mewah secara bangunan, tapi jamaah dan aktivitas yang terus ada di dalamnya menjadikannya 'terang'. Datang ke Jogokariyan bahkan untuk sekedar mampir salat 15 menit saja sudah cukup membuat batin serasa direfresh. Orang yang niatnya hanya singgah sebentar bisa jadi betah kalau sudah duduk di dalamnya. Datang kesana bisa membuat hati yang keras jadi lembut, kepala yang panas jadi dingin, dan badan yang lelah jadi lebih segar.

Ribuan orang datang ke Masjid Jogokariyan tiap harinya pada hari biasa dan akan lebih banyak lagi saat Ramadhan. Jamaah yang terus membesar menjadikan masjid ini juga terus tumbuh. Secara teknis fasilitasnya sangat lebih dari cukup mengingat ketersediaan lahan yang terbatas. Parkiran motor, mobil, bahkan bis ada dan luas. Toilet dan tempat wudhu ada puluhan. Tempat salat luas dan nyaman. Ada serambi yang bisa digunakan untuk berdiam lama. Kotak infaq banyak menyediakan berbagai opsi sedekah. Di sekitarnya ada fasilitas penunjang seperti minimarket, warung makan, apotek, ATM, angkringan, toko baju, sampai hotel. Lalu yang mungkin paling penting adalah masjid ini buka 24/7 selama 365 hari dalam setahun alias tidak pernah tutup. Masjid Jogokariyan itu mungkin satu-satunya tempat yang saya seumur hidup belum pernah dengar ada yang kasih 'review negatif'.

Itu belum bicara tentang program dakwah dan hal non-fisik yang ada di Masjid Jogokariyan. Masjid ini terkenal sebagai masjid dengan saldo nol rupiah, yang artinya dana yang dimiliki masjid diputar lagi untuk mendatangkan manfaat bagi jamaah. Akuntabilitas yang terjaga membuat masjid ini dipercaya jamaah untuk menitipkan zakat, infaq, dan sadaqah-nya sehingga dana yang dikelola Masjid Jogokariyan sudah sampai milyaran rupiah. Masjid Jogokariyan adalah seperti lembaga amil zakat yang jamaah bisa lihat langsung 'dapurnya' sehingga kepercayaan itu tumbuh.

Masjid punya program dakwah untuk membantu orang yang belum salat menjadi salat dan yang salat di rumah menjadi salat ke masjid. Dalam fungsi utama yaitu fungsi ibadah masjid memberikan layanan ternyaman kepada siapapun yang jadi jamaah. Di samping itu secara sosial budaya dan ekonomi masjid memberikan kontribusi yang sangat besar bagi lingkungan sekitarnya. Ada banyak usaha di lingkungan masjid yang berkembang karena ada Masjid Jogokariyan di situ. Kampung Ramadhan Jogokariyan yang diadakan tiap tahun adalah festival yang bisa menarik wisatawan untuk datang ke Jogja.


Saya tidak mengklaim bahwa saya seakrab itu dengan Masjid Jogokariyan dan tokoh-tokoh di dalamnya. Saya tidak tinggal sedekat itu dengan Jogokariyan (I'd love to), saya juga sudah belasan tahun tidak efektif menetap di Jogja. Saya cuma pejalan yang kadang mampir dan merasakan hangatnya Masjid Jogokariyan. Jika saya ingin ke pusat kota Jogja dari tempat saya tinggal, terlewatilah daerah Jogokariyan ini. Jadi hal biasa untuk mampir ke masjid ini selagi ada kesempatan. Melihat bagaimana Masjid Jogokariyan melayani jamaah wajar kalau masjid ini jadi role model manajemen masjid, dan kita tahu Ustadz Jazir sebagai nahkodanya. 

Salam,
Chandra






Flu

December 21, 2025 Posted by Chandra Nurohman No comments

Sebenarnya ketika kita bilang bule nggak bisa makan makanan indonesia, pasti sakit perut, habis makan harus minum coca cola, dan lain sebagainya itu, hal sebaliknya berlaku juga buat kita atau minimal saya. Dua kali musim dingin di sini, dua kali pula rejekinya saya kena flu berkepanjangan. Di Indonesia, flu adalah penyakit yang predictable. Awalnya muncul pegal-pegal dan tidak enak di tenggorokan, kemudian demam dan meriang agak parah selama kurang lebih 3 hari, lalu berangsur pulih dengan masih ada letih dan pilek sampai seminggu lalu sudah. Sementara di sini, per hari ini saya hitung-hitung sudah tiga minggu serak saya dari awal Desember belum juga hilang.

Dari bulan lalu saya sudah melihat dan mendengar orang batuk-batuk di tempat umum jadi saya sadar ada potensi badan saya kemasukan virus. Seiring suhu yang terus mendingin, hari yang memendek, dan minimnya cahaya matahari akhirnya imun saya menyerah juga. Sejak 1 Desember kemarin saya mulai batuk dan sedikit serak. Beda dengan di Indonesia, sakit di sini sulit diprediksi mungkin karena varian virusnya berbeda dengan yang biasa dihadapi di Indonesia. Saya nggak tahu timeline sakitnya seperti apa, kapan akan mulai radang, kapan radangnya kempes, kapan pilek, dan berapa lama berhenti. Bisa saat akan tidur baik-baik saja paginya sakit tenggorokan. Atau sebaliknya malamnya masih sulit tidur tapi paginya segar. Jadi yang bisa dilakukan ya menjalani saja sambil makan bergizi dan minum suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Tapi di sisi lain puncak sakitnya tidak separah flu di Indonesia. Alhamdulillah tidak ada hari di mana saya harus bedrest. Saya masih bisa beraktivitas seperti biasa hanya saja sambil batuk-batuk dan serak ketika bicara. Tapi tidak ada demam tinggi, tidak ada meriang parah, dan tidak ada radang yang sangat merah. Jadi grafiknya landai tapi memanjang. Saya sampai bosan batuk dan mengeluarkan dahak karena sudah sampai dua minggu begitu terus, sampai akhirnya batuknya berkurang tapi kemudian muncul radang tenggorokan. Radangnya segera sembuh tapi kemudian disambung pilek yang lagi-lagi tidak habis-habis. Saya sampai heran dari mana datangnya mucus sebanyak itu. Baru hari ini di hari ke 22 saya merasa bangun tidur dengan hidung dan tenggorokan yang lega.

Saya tidak ke dokter karena menurut orang-orang tidak worth it untuk ke dokter kalau sakitnya masih bisa ditangani sendiri. Dokter di sini terkenal hobi meresepkan paracetamol dan menyuruh istirahat sampai sembuh. There's no such thing like antibiotik atau obat-obat anti radang yang biasa diresepkan di Indonesia. Paracetamol bisa saya dapat off the counter dari swalayan jadi nggak perlu ke dokter dulu. Tolak Angin, jamu kesayangan masyarakat dunia, sudah diekspor ke sini dan dijual di toko-toko Asia.

Sementara obat lain-lainnya kemarin sudah diam-diam dibawa dari Indonesia seperti imboost, diatabs, methyl prednisolone, dan asam mefenamat. Yah obat-obat itu bisa dibeli dari apotek mana saja di Indonesia tanpa resep. Matter of fact kami bawa cukup banyak selain untuk persediaan juga untuk dibagi ke teman. Kami punya 'utang' mefenamat karena kemarin kehabisan saat butuh dan akhirnya minta ke tetangga sesama orang Indonesia. Obat jadi barang mewah bukan karena harganya tapi karena susah dapatnya.

Banyak teman bersaksi, termasuk yang berkeluarga dengan Dutchies, bahwa flu Belanda ini biasa buat orang lokal dan bagi mereka sakitnya hanya 3 hari sampai seminggu. Tapi bagi pendatang terutama yang dari negara hangat berjangkitnya bisa lama. Seolah-olah sistem imunnya bingung berhadapan dengan benda asing yang puluhan tahun belum pernah ditemui. Saya bahkan kadang merasa selama beberapa hari tidak ada perubahan, tidak tambah parah tapi juga tidak membaik. Seperti antara imun dan virusnya terjadi standstill, masing-masing bertahan di garis pertahanannya masing-masing tanpa ada yang bergerak.

Seasonal stress juga sesuatu yang ternyata lebih besar dari dugaan saya. Dulu saya pikir bagian terberat dari musim dingin adalah suhunya. Tapi ternyata hari yang pendek, matahari yang jarang terlihat, dan aktivitas masyarakat yang slowing down mendatangkan potensi stres yang besar. Orang yang terbiasa dan nyaman dengan keramaian mungkin akan merasa tertekan melihat jalanan dan kota yang sepi di musim dingin. Orang Eropa utara memang tidak terlalu outdoorsy di musim dingin, mereka lebih suka menghabiskan waktu di dalam ruangan berpenghangat. Orang dari negara tropis juga punya problem tersendiri dengan kurangnya cahaya matahari di musim dingin. Banyak orang kekurangan vitamin D sehingga suplemen vitamin D adalah barang wajib punya.

Stay healthy everyone dimanapun Anda berada. Kalau kata Ade Rai sehat itu tidak tampak menarik selagi kita masih punya, baru menarik ketika sedang sakit. Semoga sehat selalu, sehingga badan dan pikiran berada dalam tingkat efisiensi tertingginya. Aamiin.

Chandra

Terra Drone

December 13, 2025 Posted by Chandra Nurohman No comments
Peristiwa kebakaran gedung Terra Drone Indonesia di Jakarta beberapa hari yang lalu lumayan jadi perbincangan di grup-grup kuliah saya. Pasalnya ada beberapa teman yang jadi karyawan di sana namun mereka bekerja di cabang Bandung. Postingan terkait perusahaan ini sering lalu lalang di timeline LinkedIn saya menampilkan aktivitas dan programnya di berbagai tempat. Secara umum nama Terra Drone sudah cukup dikenal sebagai perusahaan aerial mapping yang punya citra baik dan berskala global. Duka mendalam untuk semua korban dan keluarga yang ditiggalkan.

Nama FTMD ikut disebut-sebut karena CEO Terra Drone Indonesia yang jadi tersangka adalah alumni angkatan 2001. Ini harsh, tapi dengan dugaan kelalaian yang ada dan fakta bahwa korban meninggalnya sampai 22, pimpinan tertinggi sudah sewajarnya diminta pertanggungjawaban. In my mind, pihak lain seperti pengelola gedung, yang memberi ijin, dan yang ngurus inspeksi gedung juga perlu diperiksa karena ada dugaan gadung Terra Drone tidak sesuai standar. Pentersangkaan ini jadi rame karena baru beberapa bulan yang lalu ada kasus bangunan roboh yang memakan lebih banyak korban jiwa tapi tidak ada yang jadi tersangka, bahkan bangunannya mau dibangun lagi dengan APBN. You know why.

Terakhir saya baca penyebab kebakarannya diduga karena baterai lithium yang meledak. Ini mungkin saja benar karena baterai drone memang butuh handling yang lebih hati-hati karena sifatnya yang highly flammable. Baterai drone perlu kapasitas dan daya tinggi tapi casingnya tidak bisa terlalu berat, itu kesulitannya. Untuk skala perusahaan sebesar ini tentu ada banyak baterai terlibat di sana dan sudah seharusnya sistem penyimpanannya aman dan tahan api. Sebagai catatan, Terra Drone itu bukan perusahaan kemarin sore, korporasinya berpusat di Jepang dan punya kantor di Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Belgia, dan Belanda. Kita tunggu saja lanjutan penyelidikannya apakah benar ini sebabnya dan apakah ada human error.

Ada artikel yang mengaitkan kebakaran ini dengan proyek Terra Drone memetakan perkebunan sawit. Bisa jadi mereka memang mengerjakan itu karena itu salah satu bidangnya. Tapi mereka juga memetakan obyek-obyek lain seperti jalan, rel kereta, sungai, pipa, dan lain sebagainya. Saya kok ragu ini sabotase terkait proyek yang mereka kerjakan. Mereka kan bukan intelejen yang pakai drone stealth lalu mengambil gambar properti orang tanpa ijin. Perusahaan pengguna jasa memang meminta mereka untuk merekam jadi kalau mereka punya data-data ya wajar. 

Fakta bahwa di 2025 ada kebakaran yang menewaskan 22 orang di Jakarta sangat mengagetkan. Kalau benar defect-defect di bawah ditemukan di gedung itu sih keterlaluan. Ini mestinya jadi wake up call untuk semua pengelola gedung di kota-kota besar terutama Jakarta untuk melakukan audit keamanan dan sosialisasi keadaan darurat. Dalam kondisi normal emergency drill mungkin terlihat seperti membuang-buang waktu. Tapi kalau ada kondisi begini baru terasa perlu. 


Sekali lagi turut berduka untuk seluruh karyawan Terra Drone Indonesia yang menjadi korban beserta keluarga yang ditinggalkan. Semoga diterima seluruh amal kebaikannya dan diampuni segala dosanya. Ngilu membaca nama-nama korban yang ditulis di papan informasi damkar. Sebagian besar di antara mereka masih muda dan seumuran dengan saya, lebih ngilu lagi ada yang sedang hamil. Tidak kalah ngeri melihat video sekelompok karyawan yang terjebak di atas lalu dievakuasi turun dengan tangga. Pagi itu mereka berangkat kerja seperti karyawan lainnya, tapi hari berubah tiba-tiba.

Innalillahi wainnailaihi rajiun.

Membandingkan NU Online dan MASA Muhammadiyah

December 06, 2025 Posted by Chandra Nurohman No comments

Dulu saya mengandalkan Muslim Pro sebagai aplikasi sapu jagat untuk ngecek jam salat, memastikan arah kiblat, dan membaca Quran. Tapi sejak iklannya jadi banyak sekali dan muncul isu soal keamanan data, saya merasa harus mencari alternatif lain. Awalnya saya belum tahu ada aplikasi NU Online dan MASA, saya cuma kepikiran di era yang serba aplikasi ini mosok dua ormas Islam terbesar di Indonesia tidak merilis sesuatu. Maka saya menuju Play Store dan sekedar menuliskan 'NU' dan 'Muhammadiyah', yang keluar adalah NU Online dan MASA ini. Saya install dua-duanya.

Kini saya mau coba membandingkan fitur yang ditawarkan dua aplikasi tersebut. Ada beberapa hal yang mau saya coba yaitu: halaman utama, jadwal salat, arah kiblat, Al-Quran, kumpulan doa, dan fitur lain. Pengujian saya lakukan di handphone Samsung dengan koneksi internet aktif serta ijin akses lokasi diberikan. Versi aplikasi yang saya gunakan adalah yang latest available untuk perangkat saya pada tanggal tulisan ini dibuat, yaitu NU Online versi 2.18.6 dan MASA versi 2.3.1. Setingan aplikasi pada kondisi standar saat pertama diinstall tanpa saya melakukan perubahan apapun.

Halaman Utama

Ada perbedaan antara dua aplikasi ini yang langsung nampak begitu aplikasi dibuka. NU Online mengedepankan menu-menu yang tersedia di aplikasinya, sementara MASA menempatkan jadwal salat sebagai centralnya. Untuk saya yang use case paling umum membuka aplikasi adalah untuk mengetahui jam salat, informasi yang diberikan MASA di halaman utama lebih berguna karena saya bisa tahu jadwal salat seharian tanpa perlu klik apa-apa lagi. MASA memungkinkan untuk ngecek maghrib hari ini jam berapa walaupun saat itu masih pagi (berguna sekali di bulan puasa saya pikir). Sementara NU Online menampilkan waktu salat berikutnya saja beserta countdown. Selain informasinya minimal ini juga kurang intuitif karena ketika sedang waktu dzuhur justru tulisan yang tertampil di layar adalah 'Ashar'.

Secara desain NU Online dominan berwarna putih-hijau sementara MASA putih-biru tua. Tapi bagusnya NU Online bisa disetting mode gelap sementara MASA tidak. Secara estetika desain menurut saya NU Online unggul karena tampak lebih modern dan dinamis dibandingkan MASA yang lebih sederhana. Kedua aplikasi sama-sama punya kolom berita di halaman utamanya tapi NU Online sedikit lebih unggul dengan klasifikasi beritanya, sementara MASA hanya simple list saja.

Jadwal Salat

Kedua aplikasi menunjukkan waktu salat yang akurat walaupun di luar wilayah Indonesia. Asalkan ijin akses lokasi diberikan, keduanya bisa otomatis mencari waktu salat setempat menurut zona waktu lokal. Informasi yang ditampilkan kurang lebih sama: waktu salat seharian, countdown ke jam salat berikutnya, lokasi, dan direct link ke pencarian arah kiblat. Keduanya juga memungkinkan untuk melihat waktu salat hari-hari ke depan dan belakang. Indikator waktu NU Online sedikit lebih lengkap dengan adanya waktu Imsak dan Dhuha, tapi selain itu kurang lebih dua aplikasi ini sama fiturnya.

Arah Kiblat

Saya tidak menilai akurasi kiblat karena itu terkait sensor di perangkatnya. Pun saya posisinya jauh dari kabah dan tidak punya golden standard untuk pembanding. Tapi keduanya sama-sama menampilkan derajat kemiringan yang benar yaitu 126 derajat. Andai saya punya military-grade compass mungkin saya bisa dapat arah kiblat yang cukup akurat kemudian dengan data itu. Saya bisa dapat informasi arah kiblat baik dari NU Online maupun MASA walaupun lagi-lagi tampilan di MASA tampak lebih sederhana. NU Online juga punya fitur tambahan yaitu menemukan kiblat dengan kamera tapi menurut saya ini tidak terlalu meaningful karena serve the same purpose dan akurasi juga bergantung kompas di handphone. 

Al-Quran

Kedua aplikasi bisa menampilkan Al-Quran dalam format ayat per ayat maupun halaman. Tampilan dalam mode ayat per ayat kurang lebih sama, tapi mode halaman yang jadi pembeda. Dalam mode halaman posisi portrait tampilan keduanya serupa, tapi ada limitasi pada aplikasi MASA di mana dia tidak bisa mengubah tampilannya ke posisi landscape. Padahal membaca halaman dalam posisi horizontal lebih nyaman (setidaknya buat saya) karena huruf-hurufnya jadi lebih besar. NU Online seamlessly mengakomodir perubahan dari portrait ke landscape dan sebaliknya. Karena NU Online juga support dark mode, tampilannya jadi lebih enak lagi untuk dibaca (lihat gambar di bawah ini). Jadi kalau mau membaca Al-Quran dari HP, saya akan cenderung pakai NU Online.


Kumpulan Doa

Jadwal salat, arah kiblat, dan Al-Quran adalah fitur-fitur yang sudah sewajarnya ada dan generik. Tidak ada perbedaan di sana karena salat ya sama-sama di jam segitu dan sama-sama menghadap kiblat. Perbedaan hanya masalah estetika dan delivery saja. Tapi untuk doa kita tahu NU dan Muhammadiyah punya sikap yang agak berbeda dan ini tercermin dari aplikasinya. NU Online memuat lebih banyak wirid dan doa termasuk asmaul husna, istighotsah, dalailul khairat, dan manaqib Syekh Abdul Qadir. Sementara MASA menampilkan library yang lebih standar: dzikir pagi-petang, dzikir setelah salat, doa harian, doa pilihan, dan doa ketika sakit. 

Fitur Lain

Bicara soal fitur-fitur lain, NU Online lebih lengkap karena dia punya fitur seperti kalkulator zakat, tutorial ibadah, tasbih, qurban, sampai kalkulator waris out of the box. Di NU Online juga ada fitur NU Filantropi yang bisa jadi pintu untuk sedekah ke berbagai pilihan tujuan via LAZIZNU. Saya coba untuk sedekah lewat sana dan ternyata sangat mudah. Saya tinggal pilih which cause yang saya inginkan, pilih nominal sedekah, lalu bayar pakai QRIS. Tidak perlu login, tidak perlu ngisi email atau nomor handphone, hanya isi nama saja yang itupun bisa disembunyikan. 

Sementara untuk MASA, saya tidak menemukan fungsi ini. Out of the box aplikasi MASA ini 'hanya' menampilkan fitur-fitur yang saya sebut di atas plus kalender Islam which is probably Muhammadiyah's advantage karena metode hisabnya. Ada button 'Lainnya' yang sepertinya mengarah ke berbagai menu lain. Tapi saya tidak bisa mengaksesnya karena harus login dulu dengan Muhammadiyah ID. Masalahnya walaupun saya biasa tarawih 11 rakaat tapi saya tidak punya KTA Muhammadiyah.

Saya pikir ini design decision di balik pembuatan aplikasinya. NU Online dibuat untuk menjangkau sebanyak mungkin pengguna dan menawarkan warna NU di sana. Sementara MASA lebih dibuat untuk melayani warga Persyarikatan Muhammadiyah sambil tetap bisa dipakai oleh masyarakat umum. Jadi buat saya ini bukan kelemahan melainkan fitur juga. 

Kesimpulannya, dua aplikasi NU Online dan MASA ini cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk muslim pada umumnya. Ada sedikit perbedaan detail di mana untuk sekedar ngecek waktu salat MASA lebih cepat tapi pengalaman tadarusan pakai NU Online lebih nyaman. Selanjutnya kalau Anda warga Muhammadiyah Anda bisa memaksimalkan fungsi MASA secara keseluruhan dengan Muhammadiyah ID, tapi kalau tidak NU Online punya fitur umum yang lebih banyak.

Berhubung saya tidak ada afiliasi apapun, jadi saya tidak punya beban moril untuk menginstal atau tidak menginstal salah satunya. Toh keduanya memberikan manfaat buat saya sesuai kegunaannya masing-masing. Ini sekedar personal opinion dan strictly terbatas hanya soal aplikasi handphone, saya tidak menilai Muhammadiyah dan NU sebagai organisasi dan aliran, bukan juga sebagai respon isu-isu terkait ormas apapun akhir-akhir ini. 

Terimakasih,
Chandra.







Winterbanden dan APK

November 30, 2025 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Surat ini mendarat di kotak pos kami mengingatkan untuk segera melakukan APK atau Algemene Periodieke Keuring yang artinya kurang lebih uji berkala wajib. Berbeda dengan di Indonesia di mana kir hanya wajib untuk mobil niaga, di Belanda semua kendaraan yang melaju di jalan raya wajib melakukan APK. Validitas APK bergantung usia kendaraan, mobil baru valid selama 4 tahun, berikutnya 2 tahun, lalu jika sudah berumur 8 tahun harus APK setahun sekali. Enam minggu sebelum jatuh tempo akan ada surat reminder seperti di bawah. Kendaraan yang status APK-nya expired bukan hanya tidak boleh dikendarai di jalan raya tapi juga tidak boleh diparkir di pinggir jalan atau parkiran umum.



RDW, semacam kemenhub-nya sini, sudah menunjuk beberapa bengkel terlisensi untuk melakukan APK. Jadi APK tidak dilakukan di fasilitas atau kantor pemerintah. Jumlah bengkel yang bisa melakukan APK cukup banyak sehingga jarang ada antrian panjang untuk APK, bahkan sebagian bengkel bisa melayani tanpa appointment. Ada website yang menunjukkan bengkel-bengkel mana saja yang bisa didatangi untuk APK beserta alamat dan kontaknya. 

Mobil yang masuk ke bengkel untuk APK akan diperiksa oleh teknisi. Teknisi harus cermat karena kalau ada kesalahan dan ketahuan akibatnya bisa panjang. Nantinya secara random bisa ada orang dari inspektorat yang akan melakukan sidak dengan datang langsung ke lokasi. Mobil yang terpilih untuk steekproef ini harus menunggu di bengkel sedikit lebih lama karena inspektur akan melakukan second check. Jika ditemukan bengkel meloloskan mobil yang seharusnya tidak lolos atau sebaliknya menggagalkan mobil yang sehat-sehat saja si bengkel bisa kena masalah. Mereka menjaga integritas dan obyektivitas APK dengan cara ini.

Poin-poin yang dicek dalam APK menurut website RDW antara lain: 
Road Safety: rem, suspensi, ban, steering, lampu, dan body
Environmental Standards: emisi, sistem gas buang, filter, dan catalytic converter
Registration: odometer, VIN number, dan jenis bahan bakar

APK tidak menguji apakah mesin sehat atau tidak, oli masih baru atau sudah lama, atau apakah radiatornya bekerja dengan baik. APK tidak menilai performa mobil karena titik beratnya adalah keselamatan kendaraan yang diperiksa dan kendaraan lain di jalan. Contoh lain, radio mati tidak akan menggagalkan APK, tapi seatbelt rusak bisa. Sementara untuk kasus seperti cairan rembes, asalkan bukan bagian dari sistem rem, suspensi, dan steering, tidak menyebabkan APK gagal tapi akan dicatat sebagai rekomendasi perbaikan. Ini karena cairan seperti oli atau coolant kalau menetes dalam jumlah banyak bisa berbahaya bagi lingkungan.

Jika mobil dalam kondisi baik APK biasanya akan berjalan cepat dan murah. Tapi jika ada yang perlu diperbaiki sebelumnya, ini yang akan memakan lebih banyak waktu dan biaya. Maka sebagian orang mengepaskan waktu servis rutin menjelang APK agar saat diperiksa mobil pas dalam kondisi prima. Lebih baik defect ketahuan saat servis biasa daripada saat APK. Meski begitu saya tidak melakukan ini karena kebetulan dari beberapa bulan yang lalu oli sudah waktunya diganti.

Tapi saya memutuskan untuk mengganti ban belakang. Selain demi kelancaran APK, ini terkait persiapan musim dingin juga. Sebagai kawasan 4 musim, di Eropa dikenal adanya ban winter atau winterbanden. Ban winter didesain untuk punya grip lebih baik dalam kondisi salju atau es. Tapi dalam kondisi kering dia kurang hemat bahan bakar dan cepat aus jika dibandingkan ban musim panas. Jadi untuk mengambil sisi positif dari keduanya sebagian orang punya 2 set ban, 1 set ban summer dan 1 set ban winter, jadi total 8 ban terpasang di 8 velg, tidak termasuk ban serep. 

Di musim panas mereka pakai ban summer, kemudian menjelang musim dingin mereka ke bengkel ganti ban winter. Karena ban sudah terpasang di velg jadi proses penggantiannya cepat dan murah. Menariknya bengkel-bengkel juga menyediakan jasa simpan ban. Jadi set yang tidak dipakai bisa disimpan di bengkel, nanti ketika ganti balik ke summer tinggal datang ke bengkel yang sama.

Saya sempat berpikir melakukan hal yang sama. Saya membeli satu set ban winter bekas beserta velgnya. Pemilik sebelumnya menjual murah set ban ini karena dia ganti mobil sehingga sudah tidak terpakai lagi. Saya nemu iklannya lewat Marktplaats dan deal di harga €100 untuk 4 ban termasuk velgnya. Murah memang mengingat kondisinya, apalagi velg-nya walaupun velg kaleng tapi dilengkapi cover. Secara ukuran ini bawaan VW Polo dan menggunakan ban merk Falken tipe Eurowinter.


Tapi kemudian saya diberi tahu adanya alternatif lain yaitu menggunakan ban all season. Ban jenis ini bisa dipakai sepanjang tahun dalam 4 musim. Secara karakteristik dia di tengah antara summer dan winter tyre. Ban all season disebut winter-legal jika punya logo M+S dan 3PMSF (lambang gunung dengan salju di tengahnya). Sebenarnya aturan ini tidak mengikat di Belanda karena di negara ini winter yang sampai ada salju atau es bisa dibilang jarang. Tapi kalau mau berkendara ke negara yang winternya lebih serius seperti Jerman dan Austria logo 3PMSF dan M+S tadi wajib ada. 


Setelah saya cek ternyata mobil kami pada bagian depan sudah pakai ban baru keluaran tahun 2024, ban itu juga sudah all season dan winter-legal. Tapi yang belakang adalah ban musim panas keluaran 2021 dan profilnya sudah agak tipis. Mengingat APK dan datangnya winter saya punya dua pilihan: memasang satu set ban winter yang baru saya beli tadi atau ganti karet ban belakang yang sudah lawas ini dengan all season tyres untuk dipakai beberapa tahun ke depan tanpa perlu ganti tiap musim. Saya memutuskan pilihan kedua karena dengan begitu saya tidak perlu nambah simpenan velg dan bisa punya ban winter baru yang fresh.

Setelah riset saya memutuskan beli dua ban all season di BandenConcurrent, salah satu toko online yang menjual berbagai jenis dan merk ban. Bagusnya webshop ini adalah kita bisa memilih opsi pengiriman untuk dikirim langsung ke bengkel mitra sesuai pilihan. Jadi kita tidak perlu nunggu dan nerima saat bannya datang, tidak perlu juga mengangkutnya ke bengkel ketika mau dipasang. Di webshopnya kita juga langsung tahu biaya pasang termasuk balancingnya berapa dan ketika di bengkel tidak perlu bayar lagi karena sudah dibayar sekalian. 

Untuk bannya saya pilih Hankook Kinergy 4S2 sesuai ukuran yaitu 185/60 R15. Secara harga dia bagus, bukan yang budget, tapi bukan yang tinggi banget juga seperti Michelin atau Pirelli. Untuk mobil biasa rasanya sudah cukup sesuai. Tempat pemasangannya saya pilih Live Cars karena bengkel ini yang paling banyak dipilih konsumen BandenConcurrent di kota saya dan appointment bisa dilakukan langsung via webshop tanpa perlu nelpon lagi. Saya datang sesuai jam appointment dan mobil langsung digarap oleh teknisinya. 



Live Cars ini lumayan asik karena dari ruang tunggunya bisa lihat mobil-mobil yang sedang diservis. Sebagai orang yang senang melihat montir bekerja saya lebih suka yang begini daripada ruang tunggu yang tertutup. Sesuai rencana ketika sampai di bengkel ban pesanan sudah menunggu di sana. Mobil dinaikkan ke atas lift dan teknisi mulai bekerja. Pertama dia melepas ban summer yang lama, kemudian memasang ban all season yang baru, lalu melakukan balancing dan memasang kembali velg ke mobil. Dalam 30 menit dua ban selesai diganti.

Setelah urusan dengan ban beres, mobil siap untuk maju APK. Saya menuju Stop and Go Auto, salah satu bengkel yang ditunjuk untuk melakukan APK. Saya datang sudah cukup sore sekitar jam 4, beruntung bengkelnya masih mau terima walaupun sudah mendekati waktu tutup. Tapi teknisinya juga memastikan dulu bahwa mobilnya bensin karena kalau diesel APK-nya akan lebih lama. Ada beberapa cek tambahan terkait emisi untuk APK mobil diesel. Sebelum ke bengkel ini sebenarnya saya sempat mampir ke satu tempat APK lain tapi sayang sedang penuh dan slot terdekat yang tersedia masih 4 hari lagi.

Di Stop and Go Auto ruang tunggunya terpisah dari bengkel tapi ada monitor CCTV sehingga customer bisa melihat apa yang dilakukan montir. Ada juga meja kursi, majalah otomotif, dan mesin kopi, selayaknya ruang tunggu bengkel-bengkel lainnya. Setelah 20 menitan teknisi menginfokan bahwa ada dua hal minor yang perlu dilakukan yaitu adjustment tinggi lampu depan dan penyemprotan silicon spray pada kaki-kaki. Total biayanya jadi €108 termasuk fee APK dan pajak. Jika tanpa ada tindakan lain, biaya untuk APK adalah sekitar €40. Setelahnya APK selesai, saya diberi lembar report yang menyatakan kendaraan lolos APK dan laik jalan valid sampai Januari 2027. 


                         Sumber: carorbis.com

Saya bersyukur APK berjalan lancar tanpa isu yang terlalu berat. APK pertama untuk mobil bekas lumayan mendebarkan karena kita tidak sepenuhnya tahu bagaimana pemilik sebelumnya merawat mobil itu. Walaupun sudah dicek ketika beli tapi bisa saja ada problem tersembunyi yang muncul kemudian. Maka sebelumnya saya sudah put aside sebagian uang untuk persiapan maintenance sebelum APK. Setiap bulan saya menyisihkan sekian euro yang saya anggap 'personal insurance' untuk mobil. Alhamdulillah biaya yang akhirnya saya bayar lebih kecil daripada tabungan mobil ini.

Saya sudah berjalan mungkin sekitar 250 kilometer dengan ban baru dan so far so good. Mungkin manfaat terbesarnya akan terasa nanti kalau sudah berkendara dalam kondisi salju atau es. Sementara itu empat buah ban bekas beserta velg-nya yang saya beli jadinya tidak terpakai dan saya tawarkan di Marktplaats. Akhirnya ban itu laku €100, sama seperti yang saya bayarkan waktu beli. 


Chandra


Bar & Borrel

November 23, 2025 Posted by Chandra Nurohman No comments
Seumur-umur di Indonesia saya belum pernah sekalipun masuk ke bar. Setiap lewat jalan Prawirotaman, Braga, atau Senopati saya cuma mbatin seperti apa ya dalamnya. Bayangan saya soal bentuk dan suasana bar cuma datang dari TV dan film-film. Saya nggak berminat datang sendiri karena bingung di dalam pesannya gimana. Kalaupun ada acara selebrasi atau semacamnya lebih sering makan di restoran daripada party ke bar. Genre bar yang mungkin bisa saya nikmati (berdasarkan imaji dari film lagi-lagi) adalah sports bar di mana babe-babe dan abang-abangan nobar bola atau baseball di hari minggu siang. 

Akhirnya kemarin saya masuk ke real proper bar karena mengikuti agenda setempat. Saya baru tahu kalau bar itu hanya serve minuman dan snack tanpa makan besar. Secara tempat pun tidak cocok untuk lunch atau dinner karena lantainya dibuat 'sempit' dan mejanya didesain untuk ngobrol bukan untuk makan. Kursinya tinggi dan mejanya pendek sehingga tidak nyaman untuk nyendok. Orang duduk dempet-dempetan dan semuanya bicara bersahutan dan berisik. Ngomong di bar harus setengah teriak agar terdengar. 


Sebenarnya panitia sudah considerate dengan melayangkan survei sebelumnya. Tentu di survey itu saya pilih preference vegetarian dan halal. Orang barat memang menganggap serius diet preference, vegeratian/vegan, dan alergi. Tapi saya tidak berekspektasi mereka menyediakan burger dengan daging sapi halal hanya karena pilihan segelintir orang. Jadi saya sudah menyiapkan mitigasi sendiri dengan ngecek menu bar itu sebelum acara.

Di meja tersaji beberapa botol wijn dengan gelasnya. Siapapun yang mau minum bisa nuang sendiri tanpa perlu bayar. Tapi sebagai bukan peminun wine saya pesen es teh dan datanglah sebotol kaca lipton ini. Walaupun ada sparklingnya yang saya kurang suka tapi minimal saya punya sesuatu untuk dituang dan ikut bersulang. Makanannya saya comot-comot yang berbasis tumbuhan seperti kentang goreng dan keripik tortila. Beruntung ternyata servernya kemudian datang membawa senampan penuh burger vegerarian dengan daging dari turunan kedelai. Saya ambil satu.


Atmosphere-wise bar bukan my piece of cake. Tapi it's oke karena it's not only about drinks. Ada setor mukanya, ada ngobrolnya, ada networkingnya, dan ada ketemu orang barunya. Lagipula beberapa orang juga tahu saya tidak minum. Beberapa tahu saya muslim dan walaupun mereka tidak sepenuhnya familiar dengan dos and don'ts nya tapi setidaknya paham kalau muslim punya prinsip no alcohol. 


Ini pertama kalinya saya ikut event di dalam bar. Meski begitu sebenarnya sudah berkali-kali ada acara 'time for drinks'. Drinks atau dalam bahasa lokal disebut Borrel sudah jadi budaya. Borrel tidak selalu berkaitan dengan alkohol dan mabuk, apalagi kalau dilakukan di tempat tertentu misal yang banyak anak di bawah umur atau di tempat kerja. Kalaupun ada merk-merk bir, dipilih yang kandungannya 0% alkohol. Meski begitu buat saya es teh atau soda. Borrel adalah kesempatan untuk connects, kadang-kadang sambil merayakan sesuatu yang sederhana. Borrel biasa dilakukan di lingkungan kerja, pertemanan, atau tetangga komplek. 

Vrijdagmiddagborrel lebih spesifik lagi yaitu acara kumpul-kumpul, ngobrol, dan minum yang dilakukan hari jumat (vrijdag) siang (middag). Ini adalah bentuk kebiasaan work life balance orang-orang Belanda. Biasanya pada jumat siang business sudah melambat bersiap menyambut akhir pekan. Orang melakukan perayaan kecil sambil blow off steam.

Chandra

FM26

November 16, 2025 Posted by Chandra Nurohman No comments
Highly anticipated Football Manager 26 ternyata tidak sesuai yang diharapkan. Sejauh ini hanya 28% dari English review yang memberikan feedback positif atas rilisan terbaru FM ini. Sebelumnya Sports Interactive (SI) selaku developer game ini mem-void-kan rilis FM25 karena tidak siap pada waktunya. Long time fans FM masih bisa memaafkan saat itu karena beberapa faktor, (1) FM switch ke game engine baru dan pasti butuh persiapan lebih, (2) FM24 masih bisa dinikmati, dan (3) SI menjanjikan improvement besar pada FM26 yang akan datang. Sayangnya dengan bug-ridden-nya FM26 di minggu-minggu pertama rilisnya ini, SI masih harus kerja keras mengeluarkan update dan lebih serius menggarap FM27 nanti.

Football Manager 26 dibangun menggunakan game engine baru yaitu Unity. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas grafis match yang selama ini jauh tertinggal dari game sepak bola lain. Menurut reviewer tampilan match-nya memang membaik, tidak lagi seperti game PS 1. Desain UI pun tampak lebih modern jika dilihat dari screenshot-screenshot yang beredar. Tapi that's about it, UI-nya keren tapi tidak usable. Para early user mengeluhkan UI yang tidak responsif dan lebih lambat daripada FM24. Ini tentu sangat menyiksa karena dari dulu prinsip game di FM adalah di UI-nya itu sendiri bukan di match video. 


"Incredibly unfinished game", "Just play FM24 with mods", "Shocked at how bad this game is. After 5 hours of gameplay I am back to FM24", "Not recommended mostly for not reading the room and ignoring feedback". Itu adalah beberapa komentar orang-orang di Steam yang menunjukkan ketidakpuasan player pada FM26. Tentu ada juga yang memberikan feedback positif terutama karena tampilannya yang semakin real. Tapi secara jumlah kalah banyak dengan yang mengkritisi.


Pindah ke game engine baru memang artinya menanggalkan learning bricks yang selama ini sudah dibangun. Mungkin sekarang SI sedang scrambling mengeluarkan update-update untuk menjawab kritikan-kritikan yang diberikan. Pivoting ini bisa jadi memang langkah yang harus diambil karena mau sampai kapan memertahankan grafis yang terlalu sederhana itu. Sayangnya FM26 tidak dipersiapkan dengan cukup matang walaupun sebelumnya sudah mengorbankan rilis FM25. Tapi ya saya bisa membayangkan gimana marah-marahnya orang kalau FM26 dibatalkan juga. Maju kena mundur kena buat SI.

FM26 tetap jadi game populer di Steam, pada chart mingguan terbaru game ini ada di posisi 10 Top Seller, satu peringkat di atas EA Sports FC 26. Harganya yang lumayan tinggi tidak mencegah para fans untuk menginstalnya. Tapi kalau isu-isu yang muncul tidak segera diselesaikan bisa-bisa FM26 selesai dan SI akan semakin under pressure untuk mendeliver FM27 yang benar-benar bisa dimainkan. 

Melihat review-nya yang seperti itu, saya memutuskan untuk bertahan di FM24 sementara ini. I can live with the graphics sambil berharap FM27 tahun depan adalah masive improvement. Lagipula di FM24 sekarang lagi jaya-jayanya bersama NEC dan on course to be challenging for Eredivisie title. 


Chandra

Mag Ik Kapsalon?

November 08, 2025 Posted by Chandra Nurohman , No comments

Ini adalah kapsalon. Cara membuatnya pertama-tama kentang goreng dimasukkan ke dalam wadah aluminium foil. Trust me benturan antara kentang goreng renyah dan wadahnya menghasilkan suara yang sangat merdu. Di atasnya lalu ditaruh daging doner, bisa daging sapi ataupun ayam. Berikutnya ditaruh keju menutupi seluruh permukaan wadah lalu dipanaskan sebentar dalam oven hingga kejunya lumer. Sebagai penutup di atasnya ditambah salad dan saus sesuai selera, ada pilihan knoflook (garlic) sauce, sambal, dan mayo. 

Ada juga model di mana ditaruh salad dulu baru keju sehingga lapisan paling atasnya adalah keju yang meleleh, beuh tampilannya. Kunci dari kapsalon yang enak menurut saya adalah kentang goreng yang renyah, daging yang lezat, dan keju yang banyak. Sejauh ini ada 2 tempat yang menurut saya kapsalonnya paling sip, Doner Nijmegen di Nijmegen dan Donerix di Arnhem. Mereka memenuhi semua ceklist kapsalon enak. Gambar di atas adalah kapsalon punya Donerix, sementara yang di bawah ini dari Doner Nijmegen. Kapsalon biasa dinikmati dengan softdrink, tapi biasanya saya lebih suka pakai air putih dingin.



Kapsalon adalah go-to food buat saya karena selain enak, lumayan mudah didapat, dia juga halal. Kapsalon banyak dijual di warung-warung doner milik orang Turki. Mereka juga menjual kebab dan panini (seperti kebab tapi kulitnya pakai roti), tapi kapsalon lebih mudah dimakan karena pakai wadah, bukan hanya digulung. Kapsalon juga pakai kentang goreng yang lebih bikin kenyang dan buat saya kombinasinya dengan komponen lain lebih masuk. 

Ada banyak warung doner di kota-kota besar dan buat saya warung-warung ini seperti warmindo. Seperti indomie, kapsalon ini juga adalah makanan malam, warungnya biasanya buka sampai dini hari. Saya kadang ke sana bukan hanya untuk makan tapi lebih ke blow off steam dan relaks setelah hari yang panjang. Apalagi di malam hari banyak spot parkir gratis sehingga bisa berlama-lama tanpa mikir bill parkir.

Banyaknya warung doner menunjukkan bahwa mereka diterima termasuk oleh masyarakat lokal. Saya sering melihat rombongan nom-noman kulit putih nongkrong di tempat ini. Mereka mungkin tidak cari halalnya, tapi secara rasa dan harga memang menarik. Harga makanan di tempat doner seperti ini lebih murah daripada di restoran apalagi yang fine dining. Karena anak muda adalah segmen pasarnya, mereka banyak buka di pusat keramaian malam. Donerix di Arnhem itu diapit kafe dan pub. Bayangkan di kawasan tempatnya orang nge-wine dan party, di tengah-tengahnya ada nyempil satu warung halal. Second-track dakwah.

Kapsalon ini juga strategis untuk dibawa pulang. Sampai rumah bisa dimakan berdua pakai nasi dan kalau sudah dingin bisa dipanaskan lagi. Hanya saja kalau dibungkus kentangnya pasti tidak lagi serenyah ketika di warung. Saya rasa kekurangannya hanya satu itu, so far kapsalon adalah jajanan non-nusantara favorit saya di sini. 

Eet smakelijk!

Chandra